Wednesday, June 20, 2012

Freedom Isn't Free; Somebody Paid


Baca :  Efesus 2:1-10

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal upaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16)

"Engkau layak untuk semua ini ...." demikian kata-kata terakhir Kapten John pada Pratu Ryan. Dan bertahun-tahun Ryan memikirkan makna pesan terakhir sang kapten.

Pratu James Ryan adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, semuanya pria. Sebagaimana peraturan wajib militer yang berlaku pada pasa Perang Dunia II, Amerika mengirimkan semua pemuda-pemudanya yang sehat secara fisik untuk maju ke garis depan melawan pasukan Jepang dan Jerman di berbagai bagian dunia. Ryan beserta kakak-kakaknya pun berangkat untuk membela negaranya bertempur melawan musuh, namun Ryan dan kakak-kakaknya tidak berada dalam kelompok pasukan yang sama. Mereka masing-masing bertempur dengan batalyon dan medan yang berbeda namun tetap membela kelompok sekutu.

Menjelang akhir masa perang tersebut, ketika pasukan Amerika telah mencapai wilayah Eropa, datanglah sebuah berita di markas besar pasukan Amerika bahwa ternyata ketiga kakak Ryan telah gugur dan seorang pemimpin di markas menemukan nama si bungsu pratu Ryan adalah yang tersisa dari keempat bersaudara tersebut dan masih terlibat pertempuran sengit di garis depan. Mengetahui bahwa jika si bungsu Ryan gugur maka akan habis seluruh keturunan keluarga Ryan, jenderal tersebut segera mengirim sekelompok kecil pasukan untuk membawa Ryan bungsu pulang, tidak lagi terlibat langsung bertempur di garis depan. Misinya jelas agar Ryan yang bungsu ini tidak ikut-ikutan gugur menyusul kakak-kakaknya.

Kelompok pasukan kecil pimpinan Kapten John dikirim untuk mencari dan membawa Ryan kembali ke Amerika gugur pula satu per satu dalam berbagai konflik pertempuran melawan Jerman. Namun misi mereka berhasil. Ryan dapat ditemukan, diselamatkan dan pulang kembali. Amerika rela mengorbankan sekelompok kecil pasukan elitnya hanya untuk membawa menyelamatkan pratu James Ryan agar hidup dan melanjutkan keturunannya. Bayangkan, banyaknya pengorbanan yang dilakukan negaranya dengan gugurnya pasukan penyelamat itu, mulai dari kapten, sersan, kopral dan prajurit-prajurit lain, hanya untuk seorang pratu (pratu adalah pangkat terendah dalam kemiliteran, setara tamtama).

Film Saving Private Ryan, adalah sebuah film perang yang sarat dengan kekerasan namun mempunyai makna yang sangat alkitabiah. Ryan adalah gambaran kita manusia, dengan para martir yang gugur sebagai kelompok kecil yang berusaha menyelamatkan manusia dari kematian. Sebagaimana Allah juga rela mengirimkan bahkan anak tunggal-Nya, hanya supaya kita manusia dapat diselamatkan, mempunyai hidup yang kekal. Sungguh sebuah pengorbanan yang sangat besar telah Allah berikan kepada manusia karena cintaNya.

Di akhir cerita film digambarkan bagaimana Ryan bungsu telah lanjut usia, dan di dampingi anak cucunya memberikan penghormatan di makam pahlawan tempat kelompok pasukan yang telah dikirim untuk menjemputnya dikuburkan. Ryan menghormati dan menghargai pengorbanan mereka. Sudah seharusnya kita pun bersyukur dan menghormati pengorbanan Kristus di salib. Selamat Paskah!

April 14, 2007 

Monday, June 18, 2012

Aku Tidak Takut Lagi


Walau jeruji besi menutup langkahku
Dan tembok bermahkota duri menghadang kebebasanku
Tapi mereka tidak dapat menahan akan pikiranku
Pada bayang-bayang Yerusalem Baru yang indah
Tempat orang-orang kudus berkumpul
Kesana kelak aku datang
Asalkan setia dan percaya saja
Pada Yesus, sahabat dan juruselamat yang sejati
O, betapa rindu hatiku ingin segera datang harinya
Melewati gerbang permata
Bergandengan tangan menapak jalan emas
Dan menerima mahkota kehidupan
Ah, semua yang lalu akan berlalu
Aku tidak takut lagi!

Tuesday, June 5, 2012

FOUR KIND MAGIC WORDS


Waktu saya kecil, tante saya pernah mengajarkan saya dua perkataan penting yang harus selalu saya ingat seumur hidup untuk dikatakan kepada orang yaitu THANK YOU dan SORRY.

Thank You, atau Terima Kasih artinya kita mengucapkan syukur atas sesuatu hal yang dilakukan atau diberikan seseorang kepada kita. Kita menghargai pemberian orang itu apakah itu berupa perhatian atau kasih. Firman Tuhan berkata agar kita mengucapkan syukur dalam segala hal karena itulah yang dikehendaki Tuhan.

Sorry, atau Maaf juga penting karena merupakan tanda dari dalam diri kita bahwa kita menyesal atas sesuatu hal kesalahan yang terjadi atau kita buat terhadap orang lain. Maaf berarti kita merendahkan hati kita, memohon ampun dan berjanji tidak akan mengulang kesalahan tersebut. Ungkapan permintaan maaf ini sama seperti kita mohon ampun atas dosa sebagaimana kita kita sampaikan kepada Allah.

Beberapa hari yang lalu, dalam percakapan dengan seorang sahabat baru, saya mendapatkan tambahan dua magic words lagi, yaitu PLEASE dan CONGRATULATIONS.

Please, atau Tolong itu juga penting karena ketika kita membutuhkan bantuan pertolongan orang lain, kita wajib merendahkan hati kita. Bagaimana perasaan kita ketika orang meminta bantuan kepada kita tetapi dengan sikap yang sombong atau seakan-akan memerintahkan kita padahal orang itu yang sedang membutuhkan bantuan? Tentunya berbeda bila permintaan tersebut disampaikan dengan bentuk kata permohonan seperti ‘tolong’. Meskipun mungkin saja tanpa kata ‘tolong’ tersebut kita tetap akan menolong membantu orang itu, tapi kita akan lebih  bersuka-rela ikhlas membantu orang bila permintaan itu datang dengan kerendahan hati, bukan?

Dan Congratulations, atau Selamat merupakan ungkapan syukur pribadi kita yang ikut larut dalam kebahagiaan atas sebuah hal baik yang terjadi pada orang lain. ‘Selamat’ adalah doa agar hal yang baik itu dapat berlangsung terus menerus. Misalnya selamat makan, tentu kita bermaksud mendoakan agar orang yang kita beri salam tersebut dapat menikmati makanannya dan makanan tersebut menjadi berkat yang menyehatkan tubuh. Selamat atas keberhasilannya, berarti kita ikut bergembira atas keberhasilan orang itu dan mendoakan supaya keberhasilan tersebut berkelanjutan.

Mulai hari ini, mari bersama-sama kita mengingat keempat kata-kata bijak tersebut: Maaf, Terima Kasih, Tolong dan Selamat. Ayo, ucapkan lagi perlahan-lahan: Maaf, Terima Kasih, Tolong, Selamat. Satu kali lagi: Maaf, Terima Kasih, Tolong, Selamat. Nah, sekarang setiap ada kesempatan, mari kita ucapkan kata-kata tersebut sebagai ungkapan kasih kita kepada sesama.
Baru inget, punya blog tapi ga ditulis2 .... hahahahaa ....
Ya deh, abis ini mau isi tulisan2 lama dulu buat arsip biar ga hilang ......